Uncategorized

Orang Aneh Yang Beruntung Di Akhir Jaman Nanti

Pcmkebayoranbau.org | Jakarta. – Ditengah kehidupan yang serba matrealistis dapat membuat gaya hidup seseorang menjadi Hedonis. Hal ini bisa terlihat ketika ada sebagian dari anggota masyarakat yang menilai seseorang hanya berdasarkan pada tampilannya semata.

Ketika hidup itu hanya untuk dinikmati saja, cari senang sebanyak-banyaknya, suka berbelanja barang-barang branded, sering nongkrong di Cafe-cafe, sering liburan dan hidupnya selalu berfoya-foya, menjadi suatu hal yang biasa dan lumrah serta dapat dimaklumi pada saat ini.

Namun gaya hidup yang demikian akan terasa sangat bertolak belakang ketika disandingkan dengan gaya hidup yang Islami, yaitu gaya hidup yang bersandarkan pada Al-quran dan Hadits, yakni tuntunan yang sesuai diajarkan oleh Rasulullaah SAW. Karena gaya hidup yang demikian itu kesenangannya hanya semu, sesaat dan sementara.

Hal ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Ahmad Said Matondang, M.E,Sy saat mengisi Pengajian malam Jum’at di Mushalah Nurul Huda Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gandaria Utara Jl. Deperdag 1 Radio Dalam Kebayoran Baru Jakarta Selatan Kamis, (23/07/26).

Dalam kajiannya Ustadz Said mengatakan, merujuk dari perkataan Nabi Muhammad Rasulullah SAW yang berkata bahwa, diakhir jaman nanti ada perbuatan manusia yang dalam melakukan suatu kegiatan, namun dianggap aneh oleh manusia yang lainnya, sehingga mereka itu disebut sebagai “Orang Aneh Yang Beruntung Di Akhir Jaman Nanti” dan kepadanya di janjikan Surga.

“Mereka tersebut adalah, Orang-orang yang selalu menghidupkan Sunnahku dengan mengadakan Taklim, seperti halnya pengajian malam Jum’at di Mushalah ini, dibandingkan dengan Orang-orang yang sudah banyak melupakannya, karena terlalu sibuk dengan urusan dunia di Cafe-cafe,” tutur Ustadz Said.

“Berikutnya adalah, Orang-orang yang terus menjaga, merawat dan menyambungkan tali Silaturahim kepada Orang-orang yang telah memutuskan tali Silaturahim kepadanya,” terang Ustadz Said.

Dan yang terakhir adalah, Orang-orang yang selalu bersedia untuk memaafkan Orang yang telah menyakiti dan berbuat jahat kepadanya,” tutup Ustadz Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy. (IKM)

Similar Posts