Sombong

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Dalam keseharian, seringkali kita menjumpai ada orang yang merasa dirinya paling tahu, paling pintar, dan paling benar, sehingga ketika ada orang yang punya pendapat lain dan menyanggah pendapatnya ia berujar, “Kalau belum tahu ilmunya lebih baik diam”
Dalam pandangan Islam, orang tersebut mempunyai sikap atau perilaku sombong (al-kibr) memiliki definisi yang tegas dari hadis Nabi Muhammad SAW yakni, Menolak kebenaran (batharul haqqi) dan Menolak nasihat atau kebenaran, karena merasa diri paling benar. Meremehkan manusia (ghamthun naas), dan Menganggap orang lain lebih rendah, hina, atau bodoh dibandingkan dirinya.
Sombong adalah sikap atau perilaku menghargai diri secara berlebihan, merasa diri lebih baik, dan memandang rendah orang lain.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sombong sama artinya dengan congkak atau pongah.
Kajian dengan tema Sombong ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy, pada saat pengajian rutin mingguan Kamis malam kemarin, (24/09/26) di Mushalah Nurul Huda Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gandaria Utara Jl. Deperdag 1 Radio Dalam Jakarta Selatan.
“Kenapa manusia dilarang Sombong, karena Sombong itu hanya milik Allah yang maha segalanya, sedangkan manusia yang penuh dengan keterbatasan sehingga tidak layak dan tidak pantas untuk mempunyai sikap Sombong,” tutur Ustadz Said.
Dan sombong itu, lanjut Ustadz Said adalah sikap atau perilaku dari Iblis (Syetan), seperti halnya ketika dia menolak perintah dari Allah SWT untuk menghormati diciptakannya Nabi Adam AS.
“Oleh karena itu maka, orang sombong tersebut nanti tempatnya adalah di Neraka bersama dengan Iblis (Syetan), karena ia menolak sayangnya dari Allah SWT atas sikap dan perilakunya yang sombong” tutup Ustadz Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy. (IKM)
