Uncategorized

Bisnis Muhammadiyah PCM Kebayoran Baru

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – “Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?”(QS = 61 : 10)

“Demikian bunyi dari ayat ke-10 dalam Surat As-Saff yang menjadi pedoman atau aturan hidup dari Allah SWT bagi umat manusia,” ucap Ketua Pimpinan Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy, saat memberikan Taushiyahnya di kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) edisi yang ke 58, di Masjid Taqwa Kompleks Perguruan Muhammadiyah Kebayoran Baru Sabtu, (29/08/26).

Adapun materi Taushiyah (Kuliah) yang dibawakan oleh Ketua PCM Kebayoran Baru pada hari kedua dilaksanakan setelah Ba’da Subuh, dengan mengambil tema yang berjudul “Bisnis Muhammadiyah Strategi Dan Pengembangannya.”

Pada paparannya Ustadz Said bercerita bahwa, Saat ini AUM yang dikelola oleh PCM Kebayoran Baru bukan hanya bergerak pada bidang Pendidikan (Sekolah) dan Kesehatan (Rumah Sakit) semata, namun juga sudah merambah kepada bidang Ekonomi, yakni Mini Market (Mart) dan Industri F&B (Food and Beverage), yangmana Kantin Sekolah sudah banyak menyediakan makanan dan minuman dengan menu-menu beragam pilihan, menyediakan makan siang untuk Guru dan Karyawan, hingga menerima pesanan untuk acara-acara keramaian.

“Sedangkan geliat pada bidang Ekomomi yang terbarukan di PCM Kebayoran Baru adalah, sudah punya usaha Jasa Tour dan Travel sendiri yang sudah berbadan hukum pula, sehingga tidak lagi harus bermitra dengan Travel lain yang sudah punya ijin, bahkan Travel PCM Kebayoran Baru merupakan Travel yang berijin dan berbadan hukum Kedua di Indonesia yang dimiliki oleh Muhammadiyah, setelah Travel Pertama Muhammadiyah yang dimiliki oleh Jawa Tengah, dan Travel ini pun sudah pula memberangkatkan Siswa dan Guru untuk Study Tour serta untuk Umroh, baik didalam negeri dan maupun diluar negeri,” tutur Ustadz Said.

“Terkadang ada juga pertanyaan dari sebagian anggota masyarakat umum yang berkata, “Kok Muhammadiyah berbisnis sih, bukannya harusnya hanya bergelut di bidang Dakwah dan Sosial saja, apakah tidak menyalahi aturan?,” ujar Ustadz Said.

“Kan tetapi, untuk terus membiayai berlangsungnya kegiatan di bidang Sosial dan Dakwah tersebut, tentunya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, oleh karena itu berbisnis yang sesuai dengan Syari’ah adalah merupakan salah satu solusinya, walau ada pesan KH. Ahmad Dahlan yang mengatakan, Hidup-hidupkan Muhammadiyah jangan mencari kehidupan di Muhammadiyah, namun itu harus disesuaikan dengan masa yang kekinian,” terang Ustadz Said.

“Dengan demikian pesan dari Pendiri Muhammadiyah tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kondisi saat ini, seperti halnya pesan dari Prof. Dr. H. Yunan Yusuf, M.Ag, dan Pesan dari Dr. H. Edy Sukardi, M.Pd, yang mengatakan, Hiduplah di Muhammadiyah untuk menghidupkan Muhammadiyah dan Hidup-hiduplah Muhammadiyah, mari hidup bersama Muhammadiyah,” jelas Ustadz Said.

“Oleh karenanya, agar dapat terus bisa membiayai kegiatan Organisasi yang terus maju dan berkembang, serta dalam rangka menjawab permintaan masyarakat yang kian antusias, PCM Kebayoran Baru punya 9 Pilar Strategi dalam mengembangkan Bisnis. Untuk Pilar Yang Pertama, Kedua dan Ketiga adalah, Kemitraan strategis, Pengembangan kapasitas SDM yang berkelanjutan dan Benchmarking global,” kata Ustadz Said.

“Lalu untuk Pilar Yang KeEmpat, Kelima dan KeEnam adalah, Rotasi dan magang, Inovasi berbasis pembelajaran dan eksperimentasi dan Monitoring berfrekuensi tinggi, serta Pilar Yang Ketujuh, Kedelapan dan Kesembilan adalah, Komunikasi Intra-organisasi dan penghapusan hambatan, Penguatan nilai spiritual dan Tata kelola berbasis evaluasi berkala,”pungkas Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy. (IKM)

Similar Posts