Uncategorized

Pengajian Ranting H. Aom: Muhammadiyah Maulid Nabi Muhammad SAW setiap Hari

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) H. Aom, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kembali menggelar pengajian rutin yang di padati oleh warga dan simpatisan Persyarikatan di Kantor Sekretariat RW 08 Jl. H. Aom Gandaria 1 Kamis (26/08/26). Kajian yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru, Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy., sebagai penceramah utama. Beliau menyampaikan pesan mendalam terkait esensi peringatan kelahiran Rasulullah yang sesungguhnya.

Dalam tausiyahnya, Dr. Ahmad Said Matondang menekankan bahwa, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak seharusnya hanya terbatas pada perayaan seremonial yang digelar setahun sekali. Beliau memberikan pandangan yang reflektif sekaligus memotivasi para jamaah untuk terus membumikan ajaran Islam.

“Bagi kita warga Muhammadiyah, kita itu merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap hari. Maknanya apa? Artinya, menghidupkan Sunnah Beliau, meneladani akhlaknya yang agung, serta menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk peringatan Maulid yang paling esensial dan sejati,” tegas Dr. Ahmad Said Matondang di hadapan puluhan jamaah Pengajian Ranting H. Aom.

Lebih lanjut, cendekiawan Muslim ini menjelaskan bahwa, menjadikan Rasulullah sebagai Uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) harus diwujudkan melalui amal saleh yang nyata. Implementasi ini mencakup Integritas dalam ibadah Mahdhah, kejujuran dalam bermuamalah di tengah masyarakat sosial, hingga kelembutan dalam menjaga etika keluarga. Beliau juga mengingatkan bahwa dakwah Muhammadiyah senantiasa berorientasi pada pemahaman agama yang murni dan berkemajuan, jauh dari sekadar terjebak pada euforia perayaan semata.

Pengajian rutin PRM H. Aom ini terbukti terus menjadi ujung tombak silaturahim dan pencerahan ilmu bagi warga Persyarikatan di tingkat akar rumput. Kehadiran Ketua PCM Kebayoran Baru semakin menyuntikkan semangat bagi para pengurus dan warga untuk terus menghidupkan Syiar Persyarikatan.

Acara pengajian ditutup dengan sesi dialog Interaktif dan doa bersama. Melalui pesan “Maulid setiap hari” tersebut, seluruh jamaah yang hadir diharapkan mampu meneguhkan komitmen mereka untuk menjadikan setiap langkah dan perbuatan sebagai cerminan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. (Khoerul Umam)

Similar Posts