Uncategorized

Wasiat Rasululloh

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Dengan menyitir terjemahan dari Surat Ar-Rahman ayat yang ke-16 yang berbunyi ” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Kajian Mingguan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gandaria Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan secara resmi dibuka oleh Ustadz Ramli yang juga sebagai Ketua Majelis Tabligh PRM Gandaria Utara di Mushalah Nurul Huda Kamis malam, (16/04/26).

Dalam kata pengantarnya Ustadz Ramli mengatakan, “Di pengajian ini Kita semua sama-sama belajar untuk mengerti dan memahami serta megamalkan kandungan dari ajaran Islam, sekiranya nanti ada yang ingin melengkapi dipersilahkan, tetapi jangan ada yang menambahkan dengan mengatakan menurut pendapat saya, namun haruslah menurut tuntunan yang ada dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits,”

“Sehingga Ilmu dan pemahaman kita akan terus bertambah dan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita atas waktu, usia, pikiran, dan kesehatan, tidak Kita sia-siakan,” ujar Ustadz Ramli.

Tampil sebagai Narasumbernya adalah Ustadz Bunyamin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua dari Majelis Tabligh PRM Gandaria Utara.

Dalam Taushiyahnya, Ustadz Bunyamin bercerita tentang sebab-sebab turunnya Ayat Terakhir dalam Kitab Suci Al-Quran, yakni pada Surat Al-Maidah ayat ke-3.

“Dimana sa’at itu, Rasululloh dalam keadaan sakit dan menjelang meninggal, Rasululloh berulang-ulang membacakan Ayat tersebut sebelum dipanggil oleh Allah SWT,” tutur Ustadz Bunyamin.

Mendengar baca’an dari Rasululloh yang berulang-ulang tersebut, lanjut Ustadz Bunyamin menyebabkan Khalifah Abu Bakar menangis mendengarkannya. Khalifaf Umar pun lantas bertanya kepada Khalifah Abu Bakar, lalu Rasululloh berkata Kepada Para Sahabatnya tentang kandungan isi dari ayat tersebut yakni, …, Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu, …

“Kemudian Rasululloh berwasiat Kepada Para Sahabatnya tentang 2 Pusaka untuk selalu berpegang Kepada Al-Quran dan Al-Hadist agar selamat dan tidak tersesat,” ucap Ustadz Bunyamin.

“Walaupun Rasululloh sudah meninggalkan kita, begitu pula dengan Ustadz tempat kita belajar dan berguru kini telah tiada, namun dengan tetap berpegang pada Wasiat dari Rasululloh yang telah diwariskan kepada Kita itu, Perjuangan dan dakwah serta Syiar Islam harus terus kita lanjutkan,” tutup Ustadz Bunyamin. (IKM)

Similar Posts