Cicitnya KH. Ahmad Dahlan: Surat Andalan KH. Ahmad Dahlan

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Dari Ali bin Abi Thalib Ra. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.: Sudah hampir tiba suatu zaman, kala itu tidak ada lagi dari Islam kecuali hanya namanya, dan tidak ada dari Al-Qur’an kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka indah, tetapi kosong dari hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong langit. Dari merekalah keluar fitnah, dan kepada mereka fitnah itu akan kembali . (HR. al-Baihaqi)
Hal ini disampaikan oleh Munichy Bachron Edress yang juga sebagai Cicit dari KH. Ahmada Dahlan saat memberikan Taushiyah pada Hari BerMuhammadiyah Pimpinan Muhammadiyah Wilayah (PWM) DKI Jakarta di Aula Ir. H. Djuanda Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Kramat Raya 49 Jakarta Pusat Sabtu, (02/05/26)
“Dimana pada sa’at itu Islam hanya tinggal namanya saja, Al-Quran hanya sekedar tulisan semata, Masjid-masjid bagus namun sepi, Ulama-ulamanya Jahat-jahat dan kerap menebar fitnah. Rasulullah sangat prihatin karena pada akhir jaman nanti, Al-Quran hanya untuk dibaca saja dan tidak untuk diamalkan, Al-Quran hanya sekedar untuk dihafalkan dan dilombakan namun bukan untuk diamalkan, sehingga banyak orang yang hafal Al-Quran, tapi banyak pula yang melanggar kandungan isi dalam Al-Quran” tutur Munichy.
“Pun demikian pula dengan para Ulamanya, ada yang suka sekali mengadu domba antar Ummat, ceramahnya bukan mencerahkan namun justru meresahkan, sehingga mereka menjadi Makhluk yang paling buruk dimuka bumi nanti,” ujar Bachron.
“Umat Islam akan diserang oleh musuh-musuh Islam dari berbagai arah, Umat Islam menjadi tak berdaya dan tidak bisa melawan, hal ini bukan karena jumlah Umat Islamnya sedikit, namun karena tidak bermanfaat, seperti buih yang dipermainkan ombak ditengah lautan akibat dari cinta dunia,” ucap Edress.
“Oleh karena itu, Orang Mukmin yang sebenarnya harus beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka tidak boleh ragu-ragu, mereka harus berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah, karena mereka itulah Orang yang benar,” lanjutnya dengan mengutip Al-Qur’an dalam Surat Al-Hujarat ayat 15.
“Karena sejatinya dalam hidup kita hanya ada dua hubungan, yakni Hablum Minallah dan Hablum Minannas, KH. Ahmad Dahlan dalam mengajar kepada Santri-santrinya tidak untuk menghafalkan Al-Quran, namun bagaimana bisa mengamalkan Al-Quran, sehingga Muhammadiyah dikenal bukan sebagai Gerakan yang menghafalkan Al-Quran, tapi sebagai Gerakan yang mengamalkan Al-Quran, dan Surat yang menjadi Andalan dari KH. Ahmad Dahlan adalah Surat Al-Ashr,” pungkas Munichy Bachron Edress. (IKM)
