Mendikdasmen RI: Jangan Jual Konflik

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Dihadiri oleh lebih dari 2000 orang undangan, Milad Muhammadiyah ke-113 yang digelar di halaman parkir Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta Jl. Kramat Raya No. 49 Jakarta Pusat Ahad, (23/11/25).
Tampak hadir memenuhi undangan, beberapa unsur dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Ibu-Ibu Aisyiyah, perwakilan dari Gubernur DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, MUI, BAZIS, ORMAS, unsur Kecamatan, Kelurahan, dan RW serta RT setempat.
Dalam kata sambutannya, perwakilan dari Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa, Muhammadiyah adalah penjaga peradaban modern di Indonesia melalui Sekolah, Rumah Sakit, Panti Asuhan dan lain-lain. Muhammadiyah tidak banyak bersuara namun banyak manfaatnya, dan merupakan mitra yang visioner.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed mengatakan, Muhammadiyah kini bukan lagi berskala Nasional tapi sudah berskala International, hal ini karena sudah banyak Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah diberbagai Negara, seperti di Malaysia, Singapura, Australia dan lain-lain.
“Sebagai Menteri, Saya sangat berterima kasih kepada Muhammadiyah atas perhatian dan jasanya kepada Nusa dan Bangsa,” ujar Prof. Mu’ti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM).
“Bagaimana jadinya sekiranya di Indonesia tidak ada Persyarikatan Muhammadiyah,” ucap Prof. Mu’ti.
“Sebab Muhammadiyah itu bergerak bukan hanya pada layanan Pendidikan, Kesehatan dan Sosial semata, namun juga bergerak pada layanan Ekonomi dan Lapangan kerja,” terang Prof. Mu’ti.
“Hal ini bisa terlihat dari berapa banyak Warung-warung, Kost-kostan, Guru-guru, Dosen, dokter, Perawat dan Pekerja lainnya yang mendapatkan manfaat dengan adanya Persyarikatan Muhammadiyah,” jelas Prof. Mu’ti.
Oleh karena itu, lanjut Prof. Mu’ti Muhammadiyah hadir untuk memberi bukan untuk meminta.
“Banyak Organisasi Masyarakat (Ormas) yang sudah lebih dari 1 abad, namun terlihat ringkih akibat mengikuti umur manusia, sebagai Warga Muhammadiyah kita harus percaya diri, sebab banyak pula yang ingin belajar dengan kita, kita tidak boleh Over Confiden, tidak boleh romantis dengan sejarah, jangan selalu besar-besarkan kesalahan, harus objektif, jangan selalu dipolitisasi dan jangan jual konflik,” pungkas Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. (IKM)
