Ustadz Saijan: Menjadi Pribadi Berkemajuan

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Merujuk pada Surah An-Nisa’ ayat 100 yang berbunyi “Dan barangsiapa berhijrah di Jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah maha Pengampun, Maha Penyayang.” Demikian ujar Ustadz H. Saijan, S.Ag, M.S.I, M.Hum, saat sebagai Narasumber pada Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) di Masjid At-Taqwa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru Jakarta Selatan Jum’at-Sabtu, (20-21/06/25).
Adapun pengertian dari Hijrah, ucap Ustadz Saijan secara Fisik atau Makaniyah adalah Perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Sedangkan pengertian Hijrah secara Spritual atau Maknawiyah adalah Perubahan perilaku sikap atau pola pikir kearah yang lebih baik atau lebih maju baik secara Individu maupun Kolektif.
Dalam Thausiyahnya Ustadz Saijan yang juga sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Nitikan Jogjakarta mengatakan bahwa, Hikmah dari Hijrah itu sendiri ada 4, Yang Pertama adalah akan Mendapatkan kelapangan atau kemudahan rizki.
Yang Kedua, lanjut Ustadz Saijan adalah Dihapuskan segala kesalahan-kesalahannya, dan Yang Ketiga adalah Diangkat derajatnya, serta Yang Keempat adalah Mendapatkan kemenangan dan meraih keridhoan-Nya.
Terkait dengan tema dalam kajian malam yakni, “Memperingati Tahun Baru Hijrah Menjadi Pribadi Berkemajuan” Ustadz Saijan menyebutkan bahwa ada 7 syarat untuk menjadi Pribadi Tangguh dan Berkemajuan.
“Yang Pertama adalah Keteguhan dalam Iman dan Takwa, Yang Kedua adalah Semangat Pengorbanan, yakni rela mengorbankan waktunya demi kemajuan, kalau perlu tidak ada hari libur dalam bekerja,” tutur Ustadz Saijan.
“Sedangkan Yang Ketiga adalah Strategi dan Perencanaan, Yang Keempat adalah Ketekunan dan Keuletan, dimana setiap pekerjaan harus dilandasi dengan tekun dan ulet agar pekerjaan tersebut menjadi lancar,” tambah Ustadz Saijan.
“Untuk Yang Kelima adalah Keberanian mengambil resiko, sebab dengan resiko yang besar maka hasil yang didapat pun akan besar begitu pula sebaliknya, Yang Keenam adalah Kepedulian terhadap sesama, yang mana kita harus punya rasa empati kepada saudara-saudara kita sesama manusia, terang Ustadz Saijan.
Dan Yang terakhir atau Yang Ketujuh adalah Beradaptasi dan Bertransformasi, yaitu dalam bekerja kita harus bisa menyesuaikan diri dan harus bisa pula mengikuti perkembangan jaman,” tutup Ustadz Saijan, S.Ag, M.S.I, M.Hum. (Wan)
