10 Golongan Manusia Dalam Neraka

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru menggelar kegiatan Tafakkur dan Tazakkur, Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) Edisi ke-44 untuk seluruh Pimpinan Majelis, Pimpinan dan Karyawan Unit Amal Usaha PCM Kebayoran Baru Jakarta Selatan.Tema utama yang diangkat pada kegiatan kali ini adalah, “Mengenal Hukum dalam perspektif Pendidikan, Kesehatan dan Sosial” Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at- Sabtu, tanggal (26-27/07/24) bertempat di Masjid At-Taqwa PCM Kebayoran Baru, Jln. Limau III Kramat Pela Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
Pemateri pada kegiatan MABIT edisi ke-44 kali ini adalah, Bapak Ustadz Ahmad Said Matondang ME. Sy yang juga sebagai Ketua PCM. Kebayoran Baru dan Bapak Dr. Ahmad, S.Psi,.SH,.MH,.MM,.Psi,.Adv, Dosen dan Konsultan Hukum yang mendapatkan amanah sebagai Ketua MPKU PCM. Kebayoran Baru Peiode 2022-2027.
Adapun dipilihnya tema MABIT edisi kali ini seperti yang disampaikan oleh Ketua PCM. Kebayoran Baru agar, Pimpinan dan Karyawan mengetahui bagaimana sistem hukum khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, begitu juga aplikasinya dalam menjalankan amanah sebagai Pimpinan atau Karyawan dalam Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya PCM. Kebayoran Baru.
Dalam kata sambutannya Ustadz Ahmad Said mengatakan bahwa, Yang pertama MABIT sengaja dengan tema yang berhubungan dengan kejadian sehari-hari dan sekaligus sebagai Recharger kegiatan rohani dalam pandangan Allah SWT, dimana asupan-asupan jasmani harus pula diimbangi dengan asupan rohani.
Yang Kedua adalah performa, yakni wilayah etika, seperti pada acara MABIT kali ini, mengapa duduknya selalu dibelakang dan harus disuruh-suruh pula untuk duduk didepan. Umat Islam harus unggul, maju kedepan ketika berada disetiap acara dan diam ketika ada yang berbicara,” tegasnya.
Saat memberikan paparannya Dr. Ahmad mengatakan bahwa, Implimentasi itu mudah untuk diucapkan namun sulit untuk dilaksanakan. Norma, lanjut Dr. Ahmad ada di Super Ego termasuk bagian dalam moral, dan merupakan urutan yang tertinggi.
“Super Ego sendiri adalah nilai- nilai moral yang ada di masyarakat, Jadi kita akan terus berkonflik dengan diri kita sendiri,” tambahnya.
Saat ada pertanyaan dari audiens tentang apa cirinya orang yang sudah selesai dengan Super Egonya? Dr. Ahmad menjawab ketika orang tersebut sudah selesai dengan konflik Super Egonya, contohnya ketika orang tersebut tidak lagi marah saat dihinakan.
“Jadi ketika kita tidak rela, dan tidak ikhlas, kita sudah berkonflik dengan diri kita sendiri,” tutup Dr. Ahmad, S. Psi, SH, MH, MM, Psi, Adv. dengan raut muka penuh senyuman.
Sedangkan Ustadz Ahmad Said dalam tausiyahnya, menerangkan Hadits Nabi yang berhubungan dengan Surat An-Naba ayat 18 yang menjelaskan tentang adanya 10 golongan manusia dalam Neraka yang mana ketika mereka di Dunia suka berbuat dosa.
Adapun Ke-10 golongan yang dimaksud tutur Ustadz Said adalah, Yang Pertama, golongan manusia yang berwujud kera, dimana ketika di Dunia suka mengadu-domba. Yang Kedua, golongan manusia berwujud babi, yang mana ketika di Dunia gemar sekali memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram. Yang Ketiga, golongan manusia berjalan berjungkir balik dengan muka yang diseret-seret, kepalanya dibawah sedangkan kakinya diatas, karena ketika di Dunia gemar makan riba.
Yang Keempat, lanjut Ustadz Said adalah golongan orang yang buta kedua matanya, karena waktu di Dunia suka berbuat zalim dalam memutuskan hukum. Yang Kelima , golongan orang tuli, bisu, dan tidak tahu apa-apa, karena waktu di Dunianya suka ujub atau menyombongkan diri. Yang Keenam adalah golongan orang yang mengunyah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanahnya, karena waktu di Dunia ucapannya bertolak belakang dengan amalannya.
Sedangkan Yang Ketujuh, tambah Ustadz Said golongan orang yang tangan dan kaki dalam keadaan terpotong, karena ketika di Dunia suka menyakiti tetangganya. Yang Kedelapan, golongan orang yang disalib di atas batang besi, karena pada waktu di Dunia termasuk golongan orang yang suka mengadukan orang lain kepada Penguasa/Pimpinan dengan pengaduan batil dan palsu. Yang Kesembilan adalah golongan orang yang aroma tubuhnya lebih busuk dari bau bangkai, karena waktu di Dunia suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat tanpa mau menunaikan hak Allah pada harta mereka.
Dan yang yang terakhir atau yang Kesepuluh adalah golongan orang yang tercekik pakaian yang dipakainya sendiri, ini adalah orang yang pada waktu di Dunia suka takabur, berlaku sombong, dan membanggakan diri,” pungkas Ustadz Ahmad Said Matondang ME, S.Sy. (Wan)
