Buya Hamka: 3 Rahasia Hidup Tenang

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Sebelum rapat rutin Mingguan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang berlokasi di SMK Al-Kautsar Muhammadiyah Kebayoran Baru Kamis, (08/05/25), seperti biasanya selalu diadakan Kuliah tujuh menit (Kultum).
Untuk Kultum kali ini disampaikan oleh Ustadz Manar Imam Muhammadi, M.Pd yang juga sebagai Ketua Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (LazisMu) PCM Kebayoran Baru dengan mengutip Tausiyah dari Buya Hamka dengan judul 3 “Rahasia hidup tenang”
“Adapun Rahasia Yang Pertama adalah, menekankan pentingnya Tawakal kepada Allah, dan mengambil hikmah dari setiap kejadian untuk mencapai ketenangan hati dan hidup yang lebih bermakna,” tutur Ustadz Manar.
Tawakal itu, lanjut Ustadz Manar adalah sikap pasrah dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, yang akan menghilangkan rasa cemas dan takut akan masa depan. Hal ini terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 159, yang artinya: “Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal”
“Berikutnya adalah penjelasan lebih lanjut dari Surah Ali Imran ayat 159, dimana ayat ini menegaskan bahwa setelah membuat rencana dan mengambil keputusan, kita harus bertawakal kepada Allah. Tawakal berarti menyerahkan diri dan sepenuhnya bergantung pada Allah, bukan hanya pada kemampuan kita sendiri,” tambah Ustadz Manar.
“Sedangkan Rahasia Yang Kedua adalah dengan Mengingat kepada Allah SWT, Senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan akan membawa ketenangan dan menghilangkan rasa putus asa. Ayat Al-Quran yang menekankan ketenangan hati melalui mengingat kepada Allah (Zikrullah) adalah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28,ِ yang artinya : “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”Penjelasan Lebih Lanjut ada dalam Surah Ar-Ra’d Ayat 28. Ayat ini secara eksplisit menyatakan bahwa ketenangan hati (Tahm’in) dapat dicapai melalui mengingat Allah (Zikrullah),” terang Ustadz Manar.
“Sedangkan makna dari Zikrullah itu sendiri adalah mencakup segala bentuk mengingat Kepala Allah SWT, baik melalui doa, dzikir, membaca Al-Quran, atau dengan melakukan perbuatan baik yang mendekatkan diri kepada-Nya,” jelas Ustadz Manar.
“Dan Rahasia Yang Ketiga atau yang terakhir adalah Mengambil hikmah. Mengambil Pelajaran dari setiap kejadian. Merujuk dalam Surah Al-Baqarah ayat 216, yang artinya “Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” tutup Ustadz Manar Imam Muhammadi, M.Pd.
(Wan)
