Uncategorized

Rizki Yang Sudah Tertatar Tidak Akan Tertukar

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Memasuki edisi yang ke-45, Malam Bina Iman & Taqwa (MABIT) digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru Jakarta Selatan di Masjid At-Taqwa Kompleks Perguruan Muhammadiyah Linau-Bendi School (LBS) pada hari Jum’at dan Sabtu, (27-28/09/24).

Adapun untuk tema Mabit pada edisi yang ke-45 ini adalah tentang bagaimana menumbuh dan mengembangkan semangat serta jiwa Entrepreneur di kalangan Warga Muhammadiyah, sedangkan yang menjadi Narasumbernya adalah Benny Mustofa S.Ag

Dalam kajiannya Benny Mustofa bercerita tentang Rosulullah Muhammad SAW yang memberikan contoh sebagai seorang pedagang, hal ini bisa kita lihat dalam sejarah kehidupannya saat beliau masih remaja sudah ikut Pamannya untuk berdagang, lalu terus dilanjutkan ketika beliau menikah dengan Saudagar kaya yang bernama Siti Khadijah yang kelak nenjadi Istrinya, dimana sebelumnya adalah hanyalah sebagai mitra kerja usaha atau bisnisnya saja.

Merujuk pada firman Tuhan, yaitu Surat An-Nisa ayat 29, Ustadz Mustafa mengatakan bahwa, Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk berikhtiar dalam mencari rizki diantaranya dengan berniaga, hal inilah yang menjadi acuan bahwa umat lslam umumnya dan Warga Muhammadiyah khususnya disuruh untuk berniaga/ berwirausaha.

Sebab, lanjut Ustadz Mustafa ketika kita berwirausaha, maka kita sudah mempersiapkan diri untuk mencegah hal-hal kemungkinan terburuk yang akan terjadi dikemudian hari seperti, Pensiun, PHK, Sakit, Cacat dan Kematian.

“Ada 3 cara yang harus diperhatikan bagaimana kita akan memulai suatu usaha,Yang pertama adalah, Berani dan Optimis dalam berbisnis, Yang kedua adalah bekerjasama bersama orang lain, dsn Yang ketiga adalah dengan sistem Franchise atau Waralaba.

“Untuk melakukan usaha atau bisnis, tentunya haruslah bisnis atau usaha yang benar-benar yang disukai dan disenangi dan harus pula dilihat terlebih dahulu perkembangan usahanya selama 2 tahun,” ujar Ustadz Mustofa.

“Sedangkan untuk yang kedua, ketika kita memakai tenaga kerja orang lain karena kita tidak sempat atau tidak punya waktu, maka tenaga orang lain tersebut haruslah tenaga yang sudah paham dan mengerti akan bisnis atau usaha yang akan kita digeluti atau jalani tersebut,” tambah Ustadz Mustofa.

“Dan yang ketiga atau yang terakhir adalah, kita bisa menjual ide-ide, gagasan-gagasan atau konsep-konsep kita ke orang lain, bisa dengan melalui modal usaha yang ada diberbagai media,” tutur Ustadz Mustofa.

Selanjutnya, Ustadz Mustofa mengatakan bahwa, ketika usaha kita ternyata kian maju dan terus berkembang maka, ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk menjaga dan merawatnya, Hal yang pertama adalah jangan pernah menaruh satu telur (beban/resiko) didalam satu keranjang (tempat/lokasi), sehingga sekiranya telur (beban/resiko) itu terbentur, maka tidak pecah (hancur/remuk) seluruhnya.

“Hal yang kedua adalah, terus lakukan dan lanjutkan promosi untuk produk barang atau jasa kita, karena promosi adalah bagian dari usaha untuk mempengaruhi keinginan dan untuk mempetoleh serta mendapatkan pembeli/konsumen, sebab apabila promosi berhenti maka kompotiter atau pesaing kitalah yang akan memperoleh atau mendapatkannya,” ujar Ustadz Mustofa.

“Hal yang ketiga adalah, jalin, jaga dan rawat terus hubungan baik dengan konsumen atau pelanggan, jangan pernah kecewakan mereka, servis dan layani hubungan baik dengan mereka, kalau mereka puas dengan produk kita, maka akan berdampak positif, dan kita bisa mendapatkan promosi gratis dari mereka, karena biasanya mereka akan merekomendasikan produk kita itu kemasyarakat,” tutur Ustadz Mustofa.

“Rizki yang sudah tertatar tidak akan tertukar apalagi nyasar, maka tetaplah ikhtiar dan sabar, semoga usaha kita tetap lancar,” pungkas Ustadz Beny Mustofa, S.Ag mengakhiri kajiannya.

(Wan)

Similar Posts