Uncategorized

Dobrak Era Digital, Dwiki Darmawan Usul Muhammadiyah Dirikan Fakultas Seni Dan Industri Kreatif Berbasis AI

.Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Sebuah usulan revolusioner dan visioner disampaikan oleh musisi senior Dwiki Darmawan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang berlangsung di Jakarta hari ini. Demi merespons perkembangan teknologi global yang melesat cepat, Dwiki mendorong institusi pendidikan Muhammadiyah untuk melakukan lompatan besar dengan mendirikan wadah akademik formal yang fokus pada industri kreatif masa depan.

Dwiki menilai, Muhammadiyah yang memiliki ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia sudah saatnya mengambil peran dominan di sektor industri kreatif global. Langkah konkret yang ia tawarkan adalah pendirian Fakultas Seni dan Industri Kreatif.

“Sudah saatnya Muhammadiyah membuat langkah besar dengan mendirikan Fakultas Seni dan Industri Kreatif di universitas-universitas kita. Di dalamnya, kita tidak boleh lagi memakai kurikulum lama, melainkan harus diisi oleh program studi (prodi) masa depan yang sangat dibutuhkan industri saat ini, seperti Prodi Musik, Prodi Broadcast (Penyiaran), hingga prodi mutakhir seperti AI for Art (Kecerdasan Buatan untuk Seni),” ungkap Dwiki secara antusias.

Menurut Dwiki, keberadaan prodi AI for Art akan menjadi pionir di Indonesia. Langkah ini sangat strategis mengingat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini telah mendisrupsi dunia seni dan desain. Dengan mengawinkan kreativitas seni murni, ilmu penyiaran modern, dan teknologi AI, Muhammadiyah dapat mencetak generasi kreator baru yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga memiliki landasan etika Islam yang kuat dalam berkarya.

Usulan ini diharapkan dapat segera dikaji secara mendalam oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, sehingga peta jalan (Roadmap) dakwah digital dan kultural Muhammadiyah dapat berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni di masa depan. (Khoerul Umam)

Similar Posts