Munggah, Ruwah, Dan Nyadran

Pcmkebayoranbaru.org | Jakarta. – Setiap menjelang bulan Puasa (Ramadhan) ada tradisi atau kebiasaan yang menjadi kebudayaan di masyarakat Kita (Indonesia) yakni kegiatan Munggah, Ruwah atau Nyadran. Tradisi ini merupakan kegiatan kumpul-kumpul untuk makan secara bersama-sama sebagai persiapan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Adapun maksud dari tradisi ini seperti yang diungkap oleh Ustadz Muhid Rosyidi, MA. Hum di kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa ( MABIT) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru pada edisi ke-53 Jum’at, (30/01/26) adalah suatu kegiatan spiritual dalam rangka mempersiapkan diri akan datangnya bulan suci Ramadhan.
“Yang Pertama adalah, Sadar bahwa dirinya punya masalah dan berupaya untuk segera berbenah atas segala kekurangannya, sehingga pada bulan Ramadhan nanti ibadahnya tidak begitu-begitu saja,” tutur Ustadz Muhid.
“Yang Kedua adalah, Ma’af-Ma’afan dan memastikan bahwa pada saat Ramadhan nanti sudah tidak ada lagi punya kesalahan kepada orang lain, sehingga yang dipikirkan hanyalah untuk beribadah kepada Allah SWT semata,” lanjutnya.
“Untuk yang Ketiga adalah, Harapan, Keinginan atau Cita-cita, yangmana pada bulan Ramadhan nanti harus punya target untuk mengkhatamkan Al-Qur’an baik itu perjuz maupun secara keseluruhannya,” tambah Ustadz Rosyidi.
“Dan yang Keempat atau yang terakhir adalah, Menjalankan ibadah Puasa tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesabaran,” sehingga tercapailah apa yang menjadi tujuannya,” tutup Ustadz Muhid Rosyidi. MA, Hum. (IKM)
