Uncategorized

Memajukan Kebayoran Mencerahkan Peradaban

Pcmkebayoranbaru.id | Wonosobo. – Bertempat disebuah Resort yang berlokasi didaerah Dieng Wonosobo Jawa Tengah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru Jakarta Selatan menggelar kegiatan acara Rapat Kerja (Raker) para Pimpinan PCM Kebayoran Baru untuk masa bakti periode (2022-2027) pada hari Jum’at hingga Ahad (04-06/09/26).

Tampak hadir mengikuti acara tersebut Ketua dan Wakil Ketua PCM Kebayoran Baru Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy, dan Dr. H. Syaiful Rohim, M.Si, Dr. Ahmad, S.Psi, SH, MH, MM, Psi, SH, MH, P.si, Adv, Drs. Suyatno, MM, Sardias, BA, Sekretaris dan Wakil Sekretaria PCM Kebayoran Baru Ega Januardi, M.Pd, MM, Gr, dan Ahmad Husaeri S.Kom, Bendahara PCM Kebayoran Baru Firdaus Pidada, M.Si, Ketua dan Sekretaris Majelis Pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen) Muhammad Hifni, S.Pd, dan Ahmad Fadilah, SE, serta Ketua-ketua Majelis dan Lembaga serta Kepala-kepala Sekolah yang berada dibawah naungan PCM Kebayoran Baru.

Dalam kata sambutannya Ketua PCM Kebayoran Baru mengatakan bahwa, Orang beriman itu yang Pertama adalah harus yakin akan pekerjaan yang akan dikerjakannya dan yang Kedua adalah pekerjaan tersebut harus dikerjakannya, serta harus pula punya ilmunya.

Selanjutnya, Ketua PCM Kebayoran Baru juga mengatakan bahwa, dalam rangka untuk terus berkiprah Memajukan Kebayoran dan Mencerahkan Peradaban maka, diperlukan 4 hal penting untuk dapat mendukung kegiatan tersebut.

“Yang Pertama adalah, Harus punya Penguatan Tradisi Keilmuan dan Literasi. Maksudnya, harus tetap bersumber pada unsur keilmuan, serta harus tetap pula mempunyai literasi yang cukup, sebagai bagian dari referensi keilmuannya tersebut,” tutur Ahmad Said.

“Adapun hal penting Yang Kedua dalam mendukung kegiatan tersebut adalah, Transformasi Dakwah dan Komunitas Urban maksudnya yaitu, dalam berdakwah hendaknya kita harus bisa bertransformasi keberbagai media, baik itu media. cetak, elektronik, maupun online, dan yang lainnya, serta dapat pula diarahkan keberbagai komunitas, baik itu Komunitas Ojek Online (Ojol), ke Komunitas Bajaj (Bajajmu), maupun ke komunitas yang lainnya pula,” tambah Ustadz Said.

Sedangkan untuk hal penting yang Ketiga dalam mendukung kegiatan tersebut, Ahmad Said mengatakan bahwa, harus ada Kemandirian dan Tata Kelola Inovatif, dimana PCM harus bersifat mandiri, maksudnya tidak melulu harus mengandalkan pihak lain, demikian pula kaitannya dalam hal tata kelola, yangmana harus bisa berijtihad dalam berinovasi seperti halnya dalam tata pengelolaan Sekolah, Rumah Sakit dll, yang harus selalu mengikuti perkembangan jaman.

“Dan untuk hal yang KeEmpat atau yang terakhir dari hal yang penting tersebut adalah, Kolaborasi Kebangsaan dan Kemanusian, maksudnya yaitu, harus mau dan mampu untuk bekerjama dengan pihak manapun, selamร  masih saling menghargai dan masih pula dalam satu Visi yang sama, sedangkan untuk masalah kemanusiaan, demi menolong sesama tak ada ruang dan sekat yang membatasinya,” tutup Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy. (IKM)

Similar Posts