Siswa Li-bend School Muhammadiyah Ramaikan Pelatihan Dalang Cilik: Generasi Muda Pengawal Wayang Nusantara

Pcmkebayoranbaru.org| Jakarta. — Puluhan pelajar tingkat dasar dan menengah memadati area Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk mengikuti Pelatihan Dalang Cilik. Kehadiran para dalang cilik ini menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional wayang kulit masih memiliki tempat istimewa di hati anak-anak perkotaan, meski di tengah padatnya aktivitas sekolah dan hiburan digital modern.
Inisiatif kebudayaan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari LPDP serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Pendanaan dari LPDP dan pengayoman dari Kementerian Kebudayaan memastikan bahwa edukasi tradisi seperti ini dapat diakses secara meluas, inklusif, dan berkelanjutan oleh sekolah-sekolah di wilayah perkotaan.
Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh siswa dari Li-bend School Muhammadiyah Kebayoran Baru beserta perwakilan dari berbagai sekolah lainnya. Didampingi para tutor berpengalaman, para siswa diajarkan olah vokal, pengenalan karakter tokoh wayang, hingga keselarasan irama gamelan.
Menanggapi jalannya acara, Khoerul Umam menyatakan rasa bangganya terhadap semangat para siswa yang terlibat. “Melihat antusiasme peserta dari Li-bend School dan sekolah lainnya, kita optimistis bahwa seni mendalang tidak akan punah. Generasi muda siap menjadi pengawal dan penerus budaya Nusantara,” tegas Khoerul Umam.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru, Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy, turut menyampaikan rasa bangga atas partisipasi aktif para pelajar. “Kehadiran siswa-siswi Li-bend School Muhammadiyah dalam pelatihan ini menegaskan bahwa nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Nusantara berjalan iring-sampingan secara harmonis. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut demi mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berbudaya,” pungkas Ahmad Said.
